Proses Rekrutman Teroris Sudah Beralih Ke Sosial Media

 Radio 94.1 LAZUAR FM Karawang,  23-12-2016 10:40:54

  

rekrutman-teroris-sudah-beralih-ke-sosial-media

LAZUARNEWS. Para teroris terus berusaha melancaran kegiatan jihadnya dengan berbagai cara Mereka lakukan demi perjuangan Fisabillilah sebagai Tujuan utamanya. “Kali ini Pengrekrutan Teroris sudah beralih.”

Hal tersebut diutarakan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dimana menyebutkan proses rekrutmen teroris saat ini sudah beralih melalui media sosial. Kapolri juga menyebutkan terkait pendanaan aktivitas terorisme yang mana sudah menggunakan uang dunia maya yakni dikenal dengan Bitcoin.

“Ini memprihatinkan dunia maya kita. Memang rekrutmen sekarang adanya media sosial mereka istilahnya cyber terrorism jadi bergerak melalui cyber lakukan rekrutmen pelatihan jadi cyber terrorism.

Setelah itu mereka pendanaannya melalui online juga ada yang menggunakan Bitcoin, malah uang dunia maya,” ujar Jenderal Tito Karnavian di Aula Bimasena, Jalan Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu,21 /12-2016.

salah satunya yakni pelaku bom panci Bekasi. mereka belajar membuat bom panci melalui internet.

Kapolri Mengungkapkan bahwa “Ber-training, jadi latihan yang enggak lagi fisik latihannya cukup menggunakan online cara membuat bom seperti kemarin kelompok Solihin, itu online-online belajarnya bom pancinya bagaimana ini. Itu yang membuat mereka,” ujarnya.

Dari hal tersebut, polisi membentuk tim cyber yang khusus mengawasi gejala terorisme yang menyebar di internet. Menurut mantan Kapolda Papua ini, cara tersebut sebagai perlawanan dan mencari jejak jaringan teroris.

“Oleh karena itu kita gunakan kemampuan untuk lakukan cyber counter terrorism juga.

Intinya ada cyber army, cyber troop yang tiap hari kerjanya hanya membaca website mereka. Ketemu chatting room-nya mereka. Masuk dengan mereka. Kepada mereka kita lakukan cyber patrol kita lakukan cyber attack termasuk cyber surveillance kita juga men-track melalui dunia maya ini kita lakukan sehingga ini beberapa hasil terakhir banyak kita lakukan dari kegiatan cyber counter terrorism itu,” jelasnya.

Adapun Cara untuk menanggulangi ‘virus’ terorisme, dengan teknik patroli cyber melalui pengawasan dan penyamaran pada suatu ruang chat. Selain dari tindakan dunia maya, polisi juga melakukan pengintaian teroris di dunia nyata.

“Iya termasuk di antaranya itu (melalui instant messaging). Ada yang menggunakan surveillance nyata, diikuti. Ada pula kita melakukan under cover penyamaran.

Masuk seolah-olah jadi kelompok mereka, menggunakan berbagai akun, masuk. Masuk ikut chatting, ikut komunikasi mereka,” papar kapolri Tito Karnavian

Lanjutnya. “Perlu mungkin regulasi yang kuat atau teknik lain yang nonlegal. Jadi yang legal kita lakukan di antaranya mem-post kapabilitas investigasi dunia maya.

Dan kedua rule of law-nya. Teknik untuk melegalkan dalam rangka untuk menyerang mereka saya kira itu,” pungkasnya. (Heru Ag – Lazuar Team)

система электронногоноутбук асусквадрокоптеры харьков лобановскийбаза данныхноутбук acerлобановский александрmedical document translation serviceslegal translation companiesinvestmagnates сервис анализ сайтасколько стоит разместить баннер на сайтесоздать объявление на авитотрансформер мультикифото никосстоимость укладки ламинатаЧто такое ошибка 404 ?broker mfxкупить смартфон китайсистема отбеливания зубов

Tags: , , , , , , , , , , ,

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN